Berita Apexindo

Apexindo Memperpanjang Sertifikasi ISO

Jakarta - Menjadi komitmen Perseroan yang tercermin kedalam slogan “Commited to Excellence”, PT Apexindo Pratama Duta Tbk kembali memperpanjang tiga sertifikasi ISO milik Perusahaan yaitu ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018. Perpanjangan tiga sertifikasi ISO ini merupakan bentuk komitmen nyata Perusahaan untuk senantiasa menjaga keunggulan kualitas Perusahaan.

Proses audit dalam rangka perpanjangan Sertifikat ISO yang dimiliki Apexindo telah dilaksanakan oleh auditor dari United Registrar System (URS) kepada manajemen Perusahaan pada 29 – 30 Juni 2021 lalu. Dari hasil proses audit, pihak URS menyimpulkan bahwa Apexindo telah dengan sangat baik memastikan kesesuaian antara proses di Perusahaan dengan prosedur yang ada. Sertifikat ISO  ini akan berlaku untuk tiga tahun ke depan, hingga tahun 2024  mendatang.

Tentang Apexindo:

  • Apexindo adalah perusahaan Indonesia yang menawarkan jasa pengeboran darat dan lepas pantai kepada perusahaan eksplorasi dan produksi minyak, gas, coal bed methane dan panas bumi sejak 1984.
  • Merupakan perusahaan pengeboran Indonesia pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
  • Memiliki dan/atau mengoperasikan 5 rig lepas pantai, 6 rig darat. 
  • Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam industri pemboran. 
  • Memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di Blok Mahakam.  

Apexindo Raih Tambahan Kontrak Senilai USD 13,7 Juta Dari Pertamina

Jakarta – PT Apexindo Pratama Duta Tbk (“Apexindo”/”Perseroan”) menggunakan Rig Raniworo telah memulai tajak/spud-in untuk sumur Barakuda-1X milik Pertamina Hulu Energi (PHE) Anggursi di laut Jawa. Proyek pengeboran ini dilakukan berdasarkan amandemen antara Perseroan dengan Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHENC), PT Pertamina Hulu Energi Anggursi (PHE Anggursi) dan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO).  

Amendemen kontrak menargetkan  pekerjaan 3 (tiga) sumur untuk Rig Raniworo, di mana satu sumur akan dilakukan di lokasi PHE Anggursi dan dua sumur direncanakan untuk PHE WMO, dengan total nilai kontrak sekitar USD 13,7 juta. Untuk memastikan Rig Raniworo berada dalam kondisi yang baik dan siap bekerja optimal, Perseroan telah melakukan perawatan dan persiapan untuk Rig Raniworo di galangan kapal Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Perseroan tentu gembira mendapatkan tambahan pekerjaan, yang akan berdampak positif terhadap tingkat utilisasi dan pendapatan Perseroan. Pencapaian ini juga sejalan dengan harapan kami bahwa seluruh rig lepas pantai dapat terutilisasi secara penuh di tahun ini. Seperti kita ketahui, Rig Yani saat ini sedang dalam tahap persiapan untuk memulai kontrak dari Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang dijadwalkan pada pertengahan kuartal dua tahun ini. Sementara, Rig Maera baru saja memulai kegiatan pengeboran High Pressure High Temperature untuk PHM di Lapangan Tunu, wilayah kerja Mahakam”, komentar dari Pretycia Darma, General Manager Corporate Finance & Investor Relations Apexindo.  

Perseroan mengharapkan dukungan dari Pemerintah dalam merealisasikan investasi di hulu migas dan memastikan penerapan program pengeboran yang sudah dijadwalkan pada tahun ini. Hal ini sesuai dengan semangat dan komitmen SKK Migas yang memastikan tidak terjadi penurunan produksi (no decline) di tahun 2021 dengan melaksanakan kegiatan yang masif, agresif dan efisien. Di sisi lain, Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas nasional di industri migas dalam negeri. Sebagai perusahaan Indonesia, Apexindo siap untuk terlibat aktif dalam program Pemerintah untuk mencapai target lifting nasional. 

Komitmen Pemerintah juga terlihat dari kebijakan untuk memberikan prioritas pengelolaan ladang migas yang sudah berakhir kepada Pertamina. Kerjasama antara Apexindo dengan kelompok usaha Pertamina sudah terjalin sejak awal berdirinya Perseroan di tahun 1984 yang diawali dengan kerjasama dalam bidang pengeboran darat, antara lain di daerah Bunyu, Donggi, dan Suban. Penambahan kontrak kerja yang diberikan Pertamina untuk Rig Raniworo, merupakan bentuk kepercayaan yang berkelanjutan terhadap kinerja Apexindo, yang sebelumnya tercermin melalui pencapaian kontrak pengeboran dari kelompok usaha Pertamina untuk rig-rig swampbarge Perseroan dan rig jack up Tasha.

Rig jack up Raniworo merupakan rig jack up pertama di dunia yang berbendera Indonesia. Rig Raniworo telah memiliki pengalaman bekerja di berbagai wilayah perairan Indonesia dan juga di Timur Tengah. Rig Raniworo pernah bekerja di wilayah perairan Iran, Abu Dhabi dan Oman selama sekitar 8 tahun. Raniworo juga memiliki catatan kerja yang cukup panjang di Blok Mahakam selama sekitar 10 tahun. 

Dalam bidang keselamatan kerja, Rig Raniworo telah berhasil mencatat prestasi luar biasa, dengan 15 tahun beroperasi tanpa kecelakaan kerja. Hal ini merupakan salah satu pencapaian kelas dunia, mengingat tidak banyak rig jack up yang mampu membukukan prestasi sebaik itu.

Tentang Apexindo:

  • Apexindo adalah perusahaan Indonesia yang menawarkan jasa pengeboran darat dan lepas pantai kepada perusahaan eksplorasi dan produksi minyak, gas, coal bed methane dan panas bumi sejak 1984.
  • Merupakan perusahaan pengeboran Indonesia pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
  • Memiliki dan/atau mengoperasikan 5 rig lepas pantai, 6 rig darat. 
  • Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam industri pemboran. 
  • Memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di Blok Mahakam.  

Paparan Publik Apexindo 2020

Pada Kamis, 10 Desember 2020, Perusahaan Perseroan menyelenggarakan kegiatan Public Expose atau Paparan Publik untuk tahun 2020 sesuai peraturan Bursa Efek Indonesia. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan kondisi pandemi yang belum usai, Public Expose kali ini dilakukan secara elektronik dengan menggunakan fasilitas Zoom Meeting. Meskipun dilakukan secara elektronik, stakeholder dari Perusahaan tidak kehilangan antusiasmenya untuk mengikuti acara Paparan Publik yang dilakukan setiap tahun.

Lebih dari 30 orang yang terdiri dari publik dan media mengikuti paparan publik Perusahaan dari awal hingga akhir acara. Tak hanya itu, berbagai pertanyaan turut disampaikan untuk mengetahui kondisi serta rencana perusahaan untuk menghadapi persaingan bisnis di tahun depan. Dilaksanakan mulai dari pukul 10 pagi, Paparan Publikacara ini dihadiri oleh Bapak Mahar Atanta Sembiring selaku Direktur Perusahaan, Pretycia Darma selaku General Manager Corporate Finance & Investor Relation dan Frieda Salvantina selaku Corporate Secretary. Selain dilakukan sebagai kewajiban suatu Perusahaan Publik, melalui kegiatan ini diharapkan Perusaan dapat memberikan informasi terkini kepada stakeholder mengenai kondisi perusahaan secara umum.

Rapat Umum Pemegang Saham Apexindo Tahun 2020

Apexindo News

Pada hari Kamis, 5 Agustus 2020, Apexindo menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan protokol kesehatan yang ketat. Bertempat di ruang serbaguna kantor pusat Apexindo di Jakarta, RUPST & RUPSLB ini dihadiri oleh tiga orang direksi, yaitu Bapak Zainal Abidinsyah Siregar, Bapak Erwin Sutanto, dan Bapak Mahar Atanta Sembiring.

Dipimpin oleh Bapak Irawan Sastrotanojo sebagai Komisaris Utama, RUPST yang merupakan agenda wajib  tahunan sebagai bentuk tanggung jawab Apexindo selaku perusahaan terbuka juga turut dihadiri  oleh Bapak Robinson Simbolon sebagai Komisaris Independen Perusahaan.

RUPST kali ini, dihadiri oleh 80,52% pemegang saham, sementara pada RUPSLB dihadiri oleh 80,53% pemegang saham. Seluruh agenda yang dibahas dalam RUPST dan RUPSLB mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.

Rig 9 Mencapai 14 Tahun Tanpa Kecelakaan Kerja

Apexindo News

Prestasi Rig 9 yang berhasil mencatatkan 14 (empat belas) tahun beroperasi tanpa Lost Time Incident (LTI) juga mendapatkan pengakuan dari International Association of Drilling Contractors (IADC) dalam bentuk appreciation letter dan piagam penghargaan yang diterima oleh Perusahaan pada bulan Juli 2020. Keberhasilan Rig 9 menjaga keselamatan kerja membuat rig ini mencatat prestasi tanpa LTI terpanjang di antara seluruh rig darat Apexindo.  

Selain prestasi keselamatan kerja yang baik, dalam sejarah Apexindo, Rig 9 juga pernah mencatat pencapaian penting lainnya yaitu berhasil mempertahankan kerjasama dengan satu klien yaitu VICO Indonesia di daerah  Kalimantan Timur secara berkelanjutan selama 25 (dua puluh lima) tahun, mulai tahun 1991 hingga 2016. Catatan ini merupakan milestone bagi Perusahaan dalam membangun hubungan baik dengan klien, sekaligus membuktikan kemampuan Apexindo memberikan kinerja baik secara konsisten.

CARI HALAMAN  

Kliping Media

Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama Kunjungi Rig Tasha Blok Mahakam

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama meninjau fasilitas lepas pantai atau offshore Rig Tasha di wilayah kerja Blok Mahakam yang termasuk dalam Zona 8 Regional Kalimantan Subholding Upstream dalam rangka Management Walkthrough (MWT). Dalam kunjungan tersebut turun hadir Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Pahala Nugraha Mansury dan Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim, Presiden Direktur PT Apexindo Pratama Duta Tbk. Zainal Abidinsyah Siregar dan General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Agus Amperianto, serta jajaran Komite PT Pertamina (Persero).

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim menjelaskan tujuan strategis dari kegiatan pemboran PHM dengan dua rig offshore saat ini adalah untuk meningkatkan aktivitas program kerja di WK Mahakam untuk terus meningkatkan produksi. Rig Tasha merupakan rig di platform offshore WPN3 PHM dengan target pemboran sebanyak delapan sumur di tahun ini telah mencatatkan 2.160 jam kerja selamat. Rig Tasha bersama dengan salah satu rig lainnya di WK Mahakam, Rig Hakuryu, akan melakukan pemboran di 3 platform offshore baru, yakni Jumelai, North Sisi, dan North Nubi guna mempercepat Ready for Start Up platform-platform baru tersebut. Sumur-sumur yang sedang dibor di platform WPN3 ini adalah bagian dari proyek development PHM. Diharapkan dengan adanya pengembangan tersebut dapat menahan laju natural declining rate dan menjaga produksi WK Mahakam.  

Rig Tasha yang akan membor semua wilayah offshore Mahakam yang saat ini telah menyelesaikan 2 sumur memiliki potensi sumur lainnya dengan produksi liquid sebesar 603 barel minyak per hari dan potensi gas sebesar 71.5 MMSCFD. “Kami terus berinvestasi dalam pemboran eksplorasi dan eksploitasi untuk menambah cadangan dan memaksimalkan produksi dari lapangan-lapangan yang sudah mature,” katanya seperti dikutip dalam keterangan resminya, Kamis (30/9/2021). Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina yang akrab disapa Ahok mengatakan mengapresiasi para pekerja PHM dan juga para kontraktor yang telah menjaga aspek keselamatan kerja hingga mencatatkan zero tolerance pada penerapan HSSE dalam bekerja.  

“Terima kasih telah mendedikasikan hidupnya di industri migas dan berdampak memperbaiki defisit anggaran berjalan di APBN," jelasnya. Sementara itu, Wakil Komisaris Utama Pertamina Pahala Nugraha Mansury mengungkapkan mayoritas pekerja terlibat dalam operasi Rig Tasha sebesar 92% dari 116 orang merupakan tenaga profesional Indonesia. “Saya merasa senang dapat melihat langsung kegiatan di rig Tasha ini. Semoga produksi di PHM bisa terus dijaga, terus berinovasi, dan meningkatkan efisiensi,” ungkapnya. 

Berbagai sumber, 29 September - 1 Oktober 2021.

Source: 

1. https://ekonomi.bisnis.com/read/20211001/44/1449098/ahok-tinjau-pengeboran-pertamina-di-blok-mahakam

2. https://money.kompas.com/read/2021/09/30/203000126/ahok-ke-pekerja-di-blok-mahakam--terima-kasih-telah-mendedikasikan-hidup-di

3. https://industri.kontan.co.id/news/pertamina-tingkatkan-eksplorasi-dan-eksploitasi-blok-mahakam

4. https://www.dunia-energi.com/kawal-kinerja-hulu-dewan-komisaris-pertamina-tinjau-fasilitas-offshore-blok-mahakam/

5. https://bizlaw.id/read/47908/Tinjau-Kinerja-Hulu-Dewan-Komisaris-Pertamina-Kunjungi-Fasilitas-Offshore-Blok-Mahakam

6. https://beritakaltim.co/komut-pertamina-basuki-tjahaja-purnama-kunjungi-rig-tasha-blok-mahakam/

7. https://klikjatim.com/dewan-komisaris-pertamina-tinjau-fasilitas-offshore-blok-mahakam/

Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore lakukan tajak sumur eksplorasi PHE 2-3

Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) melakukan tajak sumur eksplorasi PHE 2-3 yang berada di perairan Madura pada Senin (27/9). Direktur Utama Regional Indonesia Timur, Awang Lazuardi mengungkapkan pemboran  eksplorasi ini diperkirakan akan berlangsung selama 120 hari, dengan target kedalaman 8245 Ft TVDSS, menggunakan Rig 2000 HP Raniworo dengan tujuan lapisan Fracture Basement & Ngimbang Carbonate sebagai Primary Objective serta Rancak-2 dan Rancak-3 sebagai Secondary Objective.  Awang menambahkan, pemboran eksplorasi PHE 2-3 ini merupakan sumur ketiga  di Regional Indonesia Timur  tahun 2021 yang dilakukan pemboran. “Regional Indonesia Timur cukup agresif melakukan pemboran eksplorasi. Sebelumnya dilakukan pemboran sumur North Wolai-001 dan discovery di sumur West Penyu-001,” ungkap Awang dalam keterangan resmi, Rabu (29/9). 

Ke depannya, regional Indonesia Timur bakal menambah kegiatan pemboran 1 sumur eksplorasi yakni Kasuari Emas 001 yang kini tengah dalam tahapan persiapan. Kepala Divisi Pengeboran dan Perawatan Sumur SKK Migas Surya Widyantoro mengungkapkan  pemboran eksplorasi adalah sebagai upaya menjaga sustainability industri migas ke depan juga menekankan pada keselamatan kerja.  “SKK Migas mendorong KKKS untuk melakukan eksplorasi, hal ini tidak lain untuk keberlanjutan kegiatan hulu migas ke depan. Saya juga mengingatkan faktor safety adalah hal yang utama dalam melakukan operasi pemboran,” kata Surya. Awang pun memastikan pelaksanaan proyek  senantiasa mengedepankan aspek OTOBOSOROR (On Time, On Budget, On Spesification, On Return dan On Regulation). "Namun yang terpenting adalah aspek Safety yang harus diterapkan pada setiap langkah pekerjaan," ujar Awang. 

Sekedar informasi, lokasi pemboran eksplorasi 2-3 ini berada 5 km dari pesisir pantai Bangkalan, Madura, Provinsi Jawa Timur. Dalam menjalankan operasinya PHE WMO tidak hanya berfokus pada operasi tetapi juga menjalankan program CSR wilayah Kabupaten Bangkalan. Beberapa program unggulan PHE WMO terutama dalam pengembangan wisata pantai dan mangrove telah menyabet berbagai penghargaan nasional maupun internasional. 

Berbagai sumber, 29 - 30 September 2021.

Source: 

1. https://industri.kontan.co.id/news/pertamina-hulu-energi-west-madura-offshore-lakukan-tajak-sumur-eksplorasi-phe-2-3

2. https://dinsights.katadata.co.id/read/2021/09/30/phe-wmo-spuds-in-phe-2-3-wells-to-seek-oil-and-gas-reserves

3. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4670854/phe-wmo-tajak-sumur-di-perairan-madura

Apexindo Pratama (APEX) optimistis cetak pertumbuhan pendapatan dan laba tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) masih optimistis bisa mengejar pertumbuhan pendapatan dan laba bersih untuk tahun buku 2021. General Manager Corporate Finance & Investor Relations APEX, Pretycia Darma berujar, APEX melihat bahwa prospek bisnis di semester kedua tahun ini lebih baik dibanding semester pertama. Optimisme ini salah satunya berdasar pada adanya kontrak-kontrak pemboran yang saat ini sedang berjalan. 

“Seluruh armada rig lepas pantai (offshore) Perseroan saat ini telah terikat kontrak,” kata Pretycia kepada Kontan.co.id, Jumat (24/9). Sebelumnya, APEX memang baru mendapat kontrak baru pada Juni 2021 lalu. Kontan.co.id mencatat, emiten jasa pemboran darat dan lepas pantai tersebut ditunjuk sebagai pemenang tender pengadaan barang/jasa dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk pekerjaan pengeboran laut senilai US$ 49,2 juta di wilayah Lepas Pantai Mahakam, Kalimantan Timur pada 7 Juni 2021. 

Kontrak anyar ini berdurasi 30 bulan dengan rincian dari 12 bulan initial, 6 bulan optional dan 12 bulan optional. Pekerjaan pemboran lepas pantai PHM dengan rig Raisis akan dimulai di kuartal III tahun 2021. Dengan adanya kontrak terbaru itu, seluruh rig offshore APEX sudah terikat kontrak. Rinciannya: Rig Maera terikat kontrak dengan PHM (nilai kontrak US$ 18,7 juta), Rig Yani dengan PHM (US$ 68 juta), Rig Raniworo dengan Pertamina Hulu Energi (PHE) Anggursi dan PT PHE West Madura Offshore (WMO) (US$ 13,7 juta), Rig Tasha dengan PHM (US$ 85,6 juta), dan Rig Raisis dengan PHM (49,2 juta). 

“Dengan tingkat utilisasi rig Perseroan yang lebih baik di periode kuartal III tahun 2021, Apexindo optimis bisa membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih untuk di tahun 2021,” ujar Pretycia. Selain mengandalkan rig-rig offshore, APEX juga berstrategi untuk memasarkan dan meningkatkan utilisasi rig-rig onshore (darat). Pretycia menegaskan, APEX selalu berusaha meningkatkan utilisasi rig-rig pengeboran perusahaan dengan mengikuti tender-tender yang ada, sesuai dengan spesifikasi rig-rig darat yang dimiliki. Upaya ini dilakukan dilakukan dengan tetap mempertimmbangkan nilai ekonomis dari tender. Harapan APEX, pemerintah bisa terus aktif memastikan lebih banyak tender pengadaan rig di segmen darat, khususnya di sektor panas bumi.

“Perseroan melihat bahwa pengeboran panas bumi Indonesia memiliki potensi yang sangat besar khususnya untuk pengeboran darat. Bahkan beberapa referensi menyebutkan bahwa sekitar 40% cadangan energi geothermal dunia ada di Indonesia,” imbuh Pretycia. Sepanjang semester I 2021 lalu, APEX membukukan pendapatan US$ 22,51 juta, turun 36,99% dari realisasi pendapatan semester I 2020 yang sebesar US$ 35,73 juta. Dari pendapatan itu, APEX mengantongi laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk alias laba bersih US$ 1,83 juta di semester I 2021, berbalik dari posisi rugi US$ 10,43 juta di semester I 2020.

Kontan.co.id, Jumat, 24 September 2021.

Source: https://industri.kontan.co.id/news/apexindo-pratama-apex-optimistis-cetak-pertumbuhan-pendapatan-dan-laba-tahun-ini

Kuartal II 2021, kinerja Apexindo Pratama (APEX) bakal didukung kontrak-kontrak ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) optimistis dalam melihat prospek bisnis di kuartal II 2021. GM Corporate Finance & Investor Relations APEX, Pretycia Darma mengatakan, kinerja perusahaan bakal  didukung adanya peningkatan utilisasi terutama di segmen rig lepas pantai sehubungan dengan kontrak-kontrak baru yang akan dimulai pada kuartal II 2021. Hal ini pulalah yang membuat APEX optimistis bisa mengejar pertumbuhan kinerja pada tahun ini.

“Perseroan mengantisipasi pertumbuhan kinerja dibanding tahun 2020. Kami memperkirakan pendapatan akan lebih baik dibanding tahun 2020 yang akan menghasilkan laba positif bagi Perseroan,” kata Pretycia kepada Kontan.co.id (26/4). Sedikit kilas balik, kinerja pendapatan APEX di kuartal pertama tahun ini belum lebih baik dibanding realisasi periode sama tahun lalu. Mengutip laporan keuangan interim perusahaan, pendapatan APEX turun 43,91% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula di kuartal I 2020 US$ 18,26 juta menjadi US$ 10,24 juta di kuartal I 2021.

Maklumlah, berdasarkan penjelasan Pretycia, pendapatan APEX di kuartal pertama memang hanya bersumber dari kontrak yang berjalan sejak tahun sebelumnya, sementara kontrak-kontrak baru yang telah didapat dijadwalkan baru mulai dikerjakan di kuartal kedua tahun ini. Untungnya, berkat sejumlah strategi pengendalian biaya yang dilakukan, APEX berhasil membalikkan posisi rugi yang dicatatkan pada kuartal I tahun lalu menjadi laba di tengah pendapatan yang menyusut.  Melansir laporan keuangan interim perusahaan, APEX membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih US$ 1 juta pada sepanjang kuartal I 2021 lalu. Sebelumnya, APEX mencatatkan rugi bersih US$ 7,34 juta pada periode sama tahun lalu. Berbeda dengan kuartal I 2021, kinerja APEX di kuartal II 2021 bakal didukung oleh pengerjaan sejumlah kontrak baru. Setidaknya, saat ini terdapat 3 kontrak baru yang pengerjaannya dimulai di kuartal II. 

Pertama, kontrak untuk Rig Yani dari Pertamina Hulu Mahakam. Kontrak yang berdurasi  durasi kontrak 1,5 tahun dan opsi perpanjangan tersebut berhasil didapat oleh APEX pada Februari 2021 lalu. Total nilai kontraknya adalah sebesar $ 68 juta. Berikutnya, APEX juga telah mendapatkan kepastian kontrak di tahun 2020 dari Pertamina Hulu Mahakam untuk Rig Maera. Kontrak dengan nilai US$ 18,7 juta itu juga dimulai di kuartal II 2021 pengerjaannya. Selain itu, APEX juga mendapatkan amandemen kontrak untuk Rig Raniworo dengan Pertamina Hulu Energy Nunukan Company, Pertamina Hulu Energi Anggursi dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore senilai US$ 13,7 juta. Pelaksanaan kontrak ini sudah dimulai pada minggu ketiga April 2021.  

“Dengan mulainya pelaksanaan kontrak-kontrak rig lepas pantai pada kuartal II 2021, Perseroan melihat prospek bisnis di kuartal II 2021 akan membaik yang akan mendukung peningkatan kinerja di sepanjang tahun 2021,” tutur Pretycia.

Newssetup.kontan.co.id, Kamis, 29 April 2021.

Source: https://newssetup.kontan.co.id/news/kuartal-ii-2021-kinerja-apexindo-pratama-apex-bakal-didukung-kontrak-kontrak-ini

Kinerja Apexindo Pratama (APEX) di kuartal II 2021 bakal didukung kontrak-kontrak ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) optimistis dalam melihat prospek bisnis di kuartal II 2021. GM Corporate Finance & Investor Relations APEX, Pretycia Darma mengatakan, kinerja perusahaan bakal  didukung adanya peningkatan utilisasi terutama di segmen rig lepas pantai sehubungan dengan kontrak-kontrak baru yang akan dimulai pada kuartal II 2021. Hal ini pulalah yang membuat APEX optimistis bisa mengejar pertumbuhan kinerja pada tahun ini. “Perseroan mengantisipasi pertumbuhan kinerja dibanding tahun 2020. Kami memperkirakan pendapatan akan lebih baik dibanding tahun 2020 yang akan menghasilkan laba positif bagi Perseroan,” kata Pretycia kepada Kontan.co.id (26/4). Sedikit kilas balik, kinerja pendapatan APEX di kuartal pertama tahun ini belum lebih baik dibanding realisasi periode sama tahun lalu. Mengutip laporan keuangan interim perusahaan, pendapatan APEX turun 43,91% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula di kuartal I 2020 US$ 18,26 juta menjadi US$ 10,24 juta di kuartal I 2021.  

Maklumlah, berdasarkan penjelasan Pretycia, pendapatan APEX di kuartal pertama memang hanya bersumber dari kontrak yang berjalan sejak tahun sebelumnya, sementara kontrak-kontrak baru yang telah didapat dijadwalkan baru mulai dikerjakan di kuartal kedua tahun ini. Untungnya, berkat sejumlah strategi pengendalian biaya yang dilakukan, APEX berhasil membalikkan posisi rugi yang dicatatkan pada kuartal I tahun lalu menjadi laba di tengah pendapatan yang menyusut. Melansir laporan keuangan interim perusahaan, APEX membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih US$ 1 juta pada sepanjang kuartal I 2021 lalu. Sebelumnya, APEX mencatatkan rugi bersih US$ 7,34 juta pada periode sama tahun lalu. Berbeda dengan kuartal I 2021, kinerja APEX di kuartal II 2021 bakal didukung oleh pengerjaan sejumlah kontrak baru. Setidaknya, saat ini terdapat 3 kontrak baru yang pengerjaannya dimulai di kuartal II. 

Pertama, kontrak untuk Rig Yani dari Pertamina Hulu Mahakam. Kontrak yang berdurasi  durasi kontrak 1,5 tahun dan opsi perpanjangan tersebut berhasil didapat oleh APEX pada Februari 2021 lalu. Total nilai kontraknya adalah sebesar $ 68 juta. Berikutnya, APEX juga telah mendapatkan kepastian kontrak di tahun 2020 dari Pertamina Hulu Mahakam untuk Rig Maera. Kontrak dengan nilai US$ 18,7 juta itu juga dimulai di kuartal II 2021 pengerjaannya.  Selain itu, APEX juga mendapatkan amandemen kontrak untuk Rig Raniworo dengan Pertamina Hulu Energy Nunukan Company, Pertamina Hulu Energi Anggursi dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore senilai US$ 13,7 juta. Pelaksanaan kontrak ini sudah dimulai pada minggu ketiga April 2021.  “Dengan mulainya pelaksanaan kontrak-kontrak rig lepas pantai pada kuartal II 2021, Perseroan melihat prospek bisnis di kuartal II 2021 akan membaik yang akan mendukung peningkatan kinerja di sepanjang tahun 2021,” tutur Pretycia. 

Kontan.co.id, Rabu, 28 April 2021.

Source: https://industri.kontan.co.id/news/kinerja-apexindo-pratama-apex-di-kuartal-ii-2021-bakal-didukung-kontrak-kontrak-ini

CARI HALAMAN  

Galeri Kegiatan

PILIH HALAMAN  

  • 19 Agustus 2021, PT Apexindo Pratama Duta Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara fisik dan elektronik di Ruang Serbaguna kantor Apexindo Jakarta.
  • 8 Juni 2021, Bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Apexindo bersama dengan Assera Capital memberikan bantuan berupa mobil operasional kepada PB PASI yang diserahkan secara seremonial di kantor Apexindo.