Berita Apexindo

Apexindo Memperpanjang Sertifikasi ISO

Jakarta - Menjadi komitmen Perseroan yang tercermin kedalam slogan “Commited to Excellence”, PT Apexindo Pratama Duta Tbk kembali memperpanjang tiga sertifikasi ISO milik Perusahaan yaitu ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018. Perpanjangan tiga sertifikasi ISO ini merupakan bentuk komitmen nyata Perusahaan untuk senantiasa menjaga keunggulan kualitas Perusahaan.

Proses audit dalam rangka perpanjangan Sertifikat ISO yang dimiliki Apexindo telah dilaksanakan oleh auditor dari United Registrar System (URS) kepada manajemen Perusahaan pada 29 – 30 Juni 2021 lalu. Dari hasil proses audit, pihak URS menyimpulkan bahwa Apexindo telah dengan sangat baik memastikan kesesuaian antara proses di Perusahaan dengan prosedur yang ada. Sertifikat ISO  ini akan berlaku untuk tiga tahun ke depan, hingga tahun 2024  mendatang.

Tentang Apexindo:

  • Apexindo adalah perusahaan Indonesia yang menawarkan jasa pengeboran darat dan lepas pantai kepada perusahaan eksplorasi dan produksi minyak, gas, coal bed methane dan panas bumi sejak 1984.
  • Merupakan perusahaan pengeboran Indonesia pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
  • Memiliki dan/atau mengoperasikan 5 rig lepas pantai, 6 rig darat. 
  • Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam industri pemboran. 
  • Memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di Blok Mahakam.  

Apexindo Raih Tambahan Kontrak Senilai USD 13,7 Juta Dari Pertamina

Jakarta – PT Apexindo Pratama Duta Tbk (“Apexindo”/”Perseroan”) menggunakan Rig Raniworo telah memulai tajak/spud-in untuk sumur Barakuda-1X milik Pertamina Hulu Energi (PHE) Anggursi di laut Jawa. Proyek pengeboran ini dilakukan berdasarkan amandemen antara Perseroan dengan Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHENC), PT Pertamina Hulu Energi Anggursi (PHE Anggursi) dan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO).  

Amendemen kontrak menargetkan  pekerjaan 3 (tiga) sumur untuk Rig Raniworo, di mana satu sumur akan dilakukan di lokasi PHE Anggursi dan dua sumur direncanakan untuk PHE WMO, dengan total nilai kontrak sekitar USD 13,7 juta. Untuk memastikan Rig Raniworo berada dalam kondisi yang baik dan siap bekerja optimal, Perseroan telah melakukan perawatan dan persiapan untuk Rig Raniworo di galangan kapal Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Perseroan tentu gembira mendapatkan tambahan pekerjaan, yang akan berdampak positif terhadap tingkat utilisasi dan pendapatan Perseroan. Pencapaian ini juga sejalan dengan harapan kami bahwa seluruh rig lepas pantai dapat terutilisasi secara penuh di tahun ini. Seperti kita ketahui, Rig Yani saat ini sedang dalam tahap persiapan untuk memulai kontrak dari Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang dijadwalkan pada pertengahan kuartal dua tahun ini. Sementara, Rig Maera baru saja memulai kegiatan pengeboran High Pressure High Temperature untuk PHM di Lapangan Tunu, wilayah kerja Mahakam”, komentar dari Pretycia Darma, General Manager Corporate Finance & Investor Relations Apexindo.  

Perseroan mengharapkan dukungan dari Pemerintah dalam merealisasikan investasi di hulu migas dan memastikan penerapan program pengeboran yang sudah dijadwalkan pada tahun ini. Hal ini sesuai dengan semangat dan komitmen SKK Migas yang memastikan tidak terjadi penurunan produksi (no decline) di tahun 2021 dengan melaksanakan kegiatan yang masif, agresif dan efisien. Di sisi lain, Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas nasional di industri migas dalam negeri. Sebagai perusahaan Indonesia, Apexindo siap untuk terlibat aktif dalam program Pemerintah untuk mencapai target lifting nasional. 

Komitmen Pemerintah juga terlihat dari kebijakan untuk memberikan prioritas pengelolaan ladang migas yang sudah berakhir kepada Pertamina. Kerjasama antara Apexindo dengan kelompok usaha Pertamina sudah terjalin sejak awal berdirinya Perseroan di tahun 1984 yang diawali dengan kerjasama dalam bidang pengeboran darat, antara lain di daerah Bunyu, Donggi, dan Suban. Penambahan kontrak kerja yang diberikan Pertamina untuk Rig Raniworo, merupakan bentuk kepercayaan yang berkelanjutan terhadap kinerja Apexindo, yang sebelumnya tercermin melalui pencapaian kontrak pengeboran dari kelompok usaha Pertamina untuk rig-rig swampbarge Perseroan dan rig jack up Tasha.

Rig jack up Raniworo merupakan rig jack up pertama di dunia yang berbendera Indonesia. Rig Raniworo telah memiliki pengalaman bekerja di berbagai wilayah perairan Indonesia dan juga di Timur Tengah. Rig Raniworo pernah bekerja di wilayah perairan Iran, Abu Dhabi dan Oman selama sekitar 8 tahun. Raniworo juga memiliki catatan kerja yang cukup panjang di Blok Mahakam selama sekitar 10 tahun. 

Dalam bidang keselamatan kerja, Rig Raniworo telah berhasil mencatat prestasi luar biasa, dengan 15 tahun beroperasi tanpa kecelakaan kerja. Hal ini merupakan salah satu pencapaian kelas dunia, mengingat tidak banyak rig jack up yang mampu membukukan prestasi sebaik itu.

Tentang Apexindo:

  • Apexindo adalah perusahaan Indonesia yang menawarkan jasa pengeboran darat dan lepas pantai kepada perusahaan eksplorasi dan produksi minyak, gas, coal bed methane dan panas bumi sejak 1984.
  • Merupakan perusahaan pengeboran Indonesia pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
  • Memiliki dan/atau mengoperasikan 5 rig lepas pantai, 6 rig darat. 
  • Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam industri pemboran. 
  • Memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di Blok Mahakam.  

Paparan Publik Apexindo 2020

Pada Kamis, 10 Desember 2020, Perusahaan Perseroan menyelenggarakan kegiatan Public Expose atau Paparan Publik untuk tahun 2020 sesuai peraturan Bursa Efek Indonesia. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan kondisi pandemi yang belum usai, Public Expose kali ini dilakukan secara elektronik dengan menggunakan fasilitas Zoom Meeting. Meskipun dilakukan secara elektronik, stakeholder dari Perusahaan tidak kehilangan antusiasmenya untuk mengikuti acara Paparan Publik yang dilakukan setiap tahun.

Lebih dari 30 orang yang terdiri dari publik dan media mengikuti paparan publik Perusahaan dari awal hingga akhir acara. Tak hanya itu, berbagai pertanyaan turut disampaikan untuk mengetahui kondisi serta rencana perusahaan untuk menghadapi persaingan bisnis di tahun depan. Dilaksanakan mulai dari pukul 10 pagi, Paparan Publikacara ini dihadiri oleh Bapak Mahar Atanta Sembiring selaku Direktur Perusahaan, Pretycia Darma selaku General Manager Corporate Finance & Investor Relation dan Frieda Salvantina selaku Corporate Secretary. Selain dilakukan sebagai kewajiban suatu Perusahaan Publik, melalui kegiatan ini diharapkan Perusaan dapat memberikan informasi terkini kepada stakeholder mengenai kondisi perusahaan secara umum.

Rapat Umum Pemegang Saham Apexindo Tahun 2020

Apexindo News

Pada hari Kamis, 5 Agustus 2020, Apexindo menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan protokol kesehatan yang ketat. Bertempat di ruang serbaguna kantor pusat Apexindo di Jakarta, RUPST & RUPSLB ini dihadiri oleh tiga orang direksi, yaitu Bapak Zainal Abidinsyah Siregar, Bapak Erwin Sutanto, dan Bapak Mahar Atanta Sembiring.

Dipimpin oleh Bapak Irawan Sastrotanojo sebagai Komisaris Utama, RUPST yang merupakan agenda wajib  tahunan sebagai bentuk tanggung jawab Apexindo selaku perusahaan terbuka juga turut dihadiri  oleh Bapak Robinson Simbolon sebagai Komisaris Independen Perusahaan.

RUPST kali ini, dihadiri oleh 80,52% pemegang saham, sementara pada RUPSLB dihadiri oleh 80,53% pemegang saham. Seluruh agenda yang dibahas dalam RUPST dan RUPSLB mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.

Rig 9 Mencapai 14 Tahun Tanpa Kecelakaan Kerja

Apexindo News

Prestasi Rig 9 yang berhasil mencatatkan 14 (empat belas) tahun beroperasi tanpa Lost Time Incident (LTI) juga mendapatkan pengakuan dari International Association of Drilling Contractors (IADC) dalam bentuk appreciation letter dan piagam penghargaan yang diterima oleh Perusahaan pada bulan Juli 2020. Keberhasilan Rig 9 menjaga keselamatan kerja membuat rig ini mencatat prestasi tanpa LTI terpanjang di antara seluruh rig darat Apexindo.  

Selain prestasi keselamatan kerja yang baik, dalam sejarah Apexindo, Rig 9 juga pernah mencatat pencapaian penting lainnya yaitu berhasil mempertahankan kerjasama dengan satu klien yaitu VICO Indonesia di daerah  Kalimantan Timur secara berkelanjutan selama 25 (dua puluh lima) tahun, mulai tahun 1991 hingga 2016. Catatan ini merupakan milestone bagi Perusahaan dalam membangun hubungan baik dengan klien, sekaligus membuktikan kemampuan Apexindo memberikan kinerja baik secara konsisten.

CARI HALAMAN  

Kliping Media

Kuartal II 2021, kinerja Apexindo Pratama (APEX) bakal didukung kontrak-kontrak ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) optimistis dalam melihat prospek bisnis di kuartal II 2021. GM Corporate Finance & Investor Relations APEX, Pretycia Darma mengatakan, kinerja perusahaan bakal  didukung adanya peningkatan utilisasi terutama di segmen rig lepas pantai sehubungan dengan kontrak-kontrak baru yang akan dimulai pada kuartal II 2021. Hal ini pulalah yang membuat APEX optimistis bisa mengejar pertumbuhan kinerja pada tahun ini.

“Perseroan mengantisipasi pertumbuhan kinerja dibanding tahun 2020. Kami memperkirakan pendapatan akan lebih baik dibanding tahun 2020 yang akan menghasilkan laba positif bagi Perseroan,” kata Pretycia kepada Kontan.co.id (26/4). Sedikit kilas balik, kinerja pendapatan APEX di kuartal pertama tahun ini belum lebih baik dibanding realisasi periode sama tahun lalu. Mengutip laporan keuangan interim perusahaan, pendapatan APEX turun 43,91% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula di kuartal I 2020 US$ 18,26 juta menjadi US$ 10,24 juta di kuartal I 2021.

Maklumlah, berdasarkan penjelasan Pretycia, pendapatan APEX di kuartal pertama memang hanya bersumber dari kontrak yang berjalan sejak tahun sebelumnya, sementara kontrak-kontrak baru yang telah didapat dijadwalkan baru mulai dikerjakan di kuartal kedua tahun ini. Untungnya, berkat sejumlah strategi pengendalian biaya yang dilakukan, APEX berhasil membalikkan posisi rugi yang dicatatkan pada kuartal I tahun lalu menjadi laba di tengah pendapatan yang menyusut.  Melansir laporan keuangan interim perusahaan, APEX membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih US$ 1 juta pada sepanjang kuartal I 2021 lalu. Sebelumnya, APEX mencatatkan rugi bersih US$ 7,34 juta pada periode sama tahun lalu. Berbeda dengan kuartal I 2021, kinerja APEX di kuartal II 2021 bakal didukung oleh pengerjaan sejumlah kontrak baru. Setidaknya, saat ini terdapat 3 kontrak baru yang pengerjaannya dimulai di kuartal II. 

Pertama, kontrak untuk Rig Yani dari Pertamina Hulu Mahakam. Kontrak yang berdurasi  durasi kontrak 1,5 tahun dan opsi perpanjangan tersebut berhasil didapat oleh APEX pada Februari 2021 lalu. Total nilai kontraknya adalah sebesar $ 68 juta. Berikutnya, APEX juga telah mendapatkan kepastian kontrak di tahun 2020 dari Pertamina Hulu Mahakam untuk Rig Maera. Kontrak dengan nilai US$ 18,7 juta itu juga dimulai di kuartal II 2021 pengerjaannya. Selain itu, APEX juga mendapatkan amandemen kontrak untuk Rig Raniworo dengan Pertamina Hulu Energy Nunukan Company, Pertamina Hulu Energi Anggursi dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore senilai US$ 13,7 juta. Pelaksanaan kontrak ini sudah dimulai pada minggu ketiga April 2021.  

“Dengan mulainya pelaksanaan kontrak-kontrak rig lepas pantai pada kuartal II 2021, Perseroan melihat prospek bisnis di kuartal II 2021 akan membaik yang akan mendukung peningkatan kinerja di sepanjang tahun 2021,” tutur Pretycia.

Newssetup.kontan.co.id, Kamis, 29 April 2021.

Source: https://newssetup.kontan.co.id/news/kuartal-ii-2021-kinerja-apexindo-pratama-apex-bakal-didukung-kontrak-kontrak-ini

Kinerja Apexindo Pratama (APEX) di kuartal II 2021 bakal didukung kontrak-kontrak ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) optimistis dalam melihat prospek bisnis di kuartal II 2021. GM Corporate Finance & Investor Relations APEX, Pretycia Darma mengatakan, kinerja perusahaan bakal  didukung adanya peningkatan utilisasi terutama di segmen rig lepas pantai sehubungan dengan kontrak-kontrak baru yang akan dimulai pada kuartal II 2021. Hal ini pulalah yang membuat APEX optimistis bisa mengejar pertumbuhan kinerja pada tahun ini. “Perseroan mengantisipasi pertumbuhan kinerja dibanding tahun 2020. Kami memperkirakan pendapatan akan lebih baik dibanding tahun 2020 yang akan menghasilkan laba positif bagi Perseroan,” kata Pretycia kepada Kontan.co.id (26/4). Sedikit kilas balik, kinerja pendapatan APEX di kuartal pertama tahun ini belum lebih baik dibanding realisasi periode sama tahun lalu. Mengutip laporan keuangan interim perusahaan, pendapatan APEX turun 43,91% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula di kuartal I 2020 US$ 18,26 juta menjadi US$ 10,24 juta di kuartal I 2021.  

Maklumlah, berdasarkan penjelasan Pretycia, pendapatan APEX di kuartal pertama memang hanya bersumber dari kontrak yang berjalan sejak tahun sebelumnya, sementara kontrak-kontrak baru yang telah didapat dijadwalkan baru mulai dikerjakan di kuartal kedua tahun ini. Untungnya, berkat sejumlah strategi pengendalian biaya yang dilakukan, APEX berhasil membalikkan posisi rugi yang dicatatkan pada kuartal I tahun lalu menjadi laba di tengah pendapatan yang menyusut. Melansir laporan keuangan interim perusahaan, APEX membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih US$ 1 juta pada sepanjang kuartal I 2021 lalu. Sebelumnya, APEX mencatatkan rugi bersih US$ 7,34 juta pada periode sama tahun lalu. Berbeda dengan kuartal I 2021, kinerja APEX di kuartal II 2021 bakal didukung oleh pengerjaan sejumlah kontrak baru. Setidaknya, saat ini terdapat 3 kontrak baru yang pengerjaannya dimulai di kuartal II. 

Pertama, kontrak untuk Rig Yani dari Pertamina Hulu Mahakam. Kontrak yang berdurasi  durasi kontrak 1,5 tahun dan opsi perpanjangan tersebut berhasil didapat oleh APEX pada Februari 2021 lalu. Total nilai kontraknya adalah sebesar $ 68 juta. Berikutnya, APEX juga telah mendapatkan kepastian kontrak di tahun 2020 dari Pertamina Hulu Mahakam untuk Rig Maera. Kontrak dengan nilai US$ 18,7 juta itu juga dimulai di kuartal II 2021 pengerjaannya.  Selain itu, APEX juga mendapatkan amandemen kontrak untuk Rig Raniworo dengan Pertamina Hulu Energy Nunukan Company, Pertamina Hulu Energi Anggursi dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore senilai US$ 13,7 juta. Pelaksanaan kontrak ini sudah dimulai pada minggu ketiga April 2021.  “Dengan mulainya pelaksanaan kontrak-kontrak rig lepas pantai pada kuartal II 2021, Perseroan melihat prospek bisnis di kuartal II 2021 akan membaik yang akan mendukung peningkatan kinerja di sepanjang tahun 2021,” tutur Pretycia. 

Kontan.co.id, Rabu, 28 April 2021.

Source: https://industri.kontan.co.id/news/kinerja-apexindo-pratama-apex-di-kuartal-ii-2021-bakal-didukung-kontrak-kontrak-ini

Perbaikan kinerja bottom line APEX di kuartal I 2021 didukung oleh strategi efisiensi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mencatatkan kinerja bottom line yang apik di tiga bulan pertama tahun ini. Mengutip laporan keuangan interim perusahaan, emiten jasa penunjang minyak dan gas (migas) tersebut berhasil membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih US$ 1 juta pada sepanjang kuartal I 2021 lalu. Padahal, sebelumnya APEX mencatatkan rugi bersih US$ 7,34 juta pada periode sama tahun lalu. 

Perbaikan kinerja pada sisi bottom line ini juga didapat ketika kinerja topline APEX menyusut. Tercatat, pendapatan turun 43,91% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula di kuartal I 2020 US$ 18,26 juta menjadi US$ 10,24 juta di kuartal I 2021. M Corporate Finance & Investor Relations APEX, Pretycia Darma menjelaskan, APEX memang melakukan sejumlah upaya efisiensi untuk menekan pengeluaran pada pos-pos beban yang ada. Caranya, APEX Menerapkan strategi pengendalian biaya dalam kegiatan operasional Perseroan tanpa mengurangi kualitas kinerja yang diberikan.  

 “Sebelum rig mulai beroperasi, Perseroan meminta setiap rig untuk menjaga biaya seefektif mungkin dan menekankan penurunan pengeluaran untuk pos-pos beban langsung. Selain itu juga terjadi penurunan biaya depresiasi untuk rig-rig Perseroan,” terang Pretycia kepada Kontan.co.id (26/4). 

Mengintip laporan keuangan interim perusahaan, pengeluaran APEX pada sejumlah pos beban memang tercatat mengalami penurunan. Beban langsung APEX misalnya, mengalami penurunan 65,12% yoy menjadi US$ 5,64 juta di kuartal I 2021. Sebelumnya, beban langsung APEX mencapai US$ 16,18 juta pada kuartal I 2020 lalu. Dari situ laba kotor APEX sudah meroket 120,95% yoy menjadi US$ 4,60 juta di kuartal I 2021. Di kuartal I tahun lalu, laba kotor APEX hanya mencapai US$ 2,08 juta. 

Penurunan pengeluaran juga dijumpai pada pos beban usaha dan beban keuangan. Tercatat, beban usaha APEX menyusut 20,72% yoy dari semula US$ 3,23 juta di kuartal I 2020 menjadi US$ 2,56 juta di kuartal I 2021. Sementara itu, beban keuangan APEX tercatat turun lebih dalam, yaitu sebesar 78,95% yoy dari US$ 4,17 juta di kuartal I 2020 menjadi US$ 879.049 di kuartal I 2021.  Soal realisasi pendapatan yang turun, Pretycia menerangkan bahwa kontrak-kontrak baru yang didapat APEX memang dijadwalkan mulai dikerjakan pada kuartal II 2021 sehingga belum turut berkontribusi dalam pembukuan kinerja di kuartal pertama. “Pendapatan Perseroan pada kuartal I 2021 bersumber dari kontrak yang berjalan sejak tahun sebelumnya,” terang Pretycia.  

Per 31 Maret 2021 lalu, aset APEX tercatat sebesar US$ 339,13 juta. Angka tersebut terdiri atas ekuitas sebesar US$ 127,84 juta dan liabilitas sebesar US$ 211,28 juta. Sementara itu, kas dan setara kas akhir periode APEX tercatat sebesar US$ 11,01 juta per 31 Maret 2021. Jumlah ini turun 15,99% dibanding kas dan setara kas awal periode yang sebesar US$ 13,11 juta. 

Kontan.co.id, Rabu, 28 April 2021.

Source: https://industri.kontan.co.id/news/perbaikan-kinerja-bottom-line-apex-di-kuartal-i-2021-didukung-oleh-strategi-efisiensi

Apexindo (APEX) Cetak Laba USD1 Juta di Kuartal I-2021

IDXChannel - Perusahaan jasa penunjang minyak dan gas, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) pada awal periode kuartal I-2021 telah mencatatkan laba bersih yang sangat positif. Sepanjang Januari hingga Maret 2021, APEX membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD1 juta. Perbaikan laba bersih terjadi dikarenakan APEX berhasil menekan pengeluaran pada sejumlah pos beban. 

Beban langsung APEX misalnya, turun 65,12 persen secara tahunan, menjadi USD5,64 juta pada akhir Maret 2021. Sebelumnya, beban langsung APEX mencapai USD16.18 juta pada kuartal I-2020. Dari situ, laba kotor APEX meroket 120,95 persen secara year on year menjadi USD4,6 juta periode januari hingga maret 2021. Pada kuartal pertama tahun lalu, laba kotor APEX hanya mencapai USD2,08 juta. Sehingga, per 31 Maret 2021, aset APEX tercatat sebesar USD339,13 juta. Angka tersebut terdiri atas ekuitas sebesar USD127,84 juta dan liabilitas sebesar USD211,28 juta.

Idxchannel.com, Selasa, 27 April 2021.

Source: https://www.idxchannel.com/market-news/apexindo-apex-cetak-laba-usd1-juta-di-kuartal-i-2021

Apexindo Pratama (APEX) berhasil cetak laba bersih US$ 1 juta di kuartal I-2021

KONTAN.CO.ID   JAKARTA. Kinerja PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) di awal tahun 2021 cukup menggairahkan. Perusahaan jasa penunjang minyak dan gas (migas) ini berasil mencatatkan laba bersih di tiga bulan pertama tahun ini. Sepanjang kuartal I-2021 lalu, APEX akhirnya membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar US$ 1,00 juta. Asal tahu saja, pada periode yang sama tahun lalu, APEX masih mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 7,34 juta.  

Sebenarnya, perbaikan dari sisi bottom line didapat ketika kinerja topline APEX menyusut. Mengutip laporan keuangan interim perusahaan, pendapatan APEX turun 43,91% secara tahunan (yoy) dari semula US$ 18,26 juta menjadi US$ 10,24 juta di kuartal I-2021. Namun demikian, APEX berhasil menekan pengeluaran pada sejumlah pos beban. Beban langsung APEX misalnya, turun 65,12% yoy menjadi US$ 5,64 juta di akhir Maret 2021. Sebelumnya, beban langsung APEX mencapai US$ 16,18 juta pada kuartal I-2020 lalu.  Dari situ laba kotor APEX sudah meroket 120,95% yoy menjadi US$ 4,60 juta di periode Januari Maret 2021. Di kuartal pertama tahun lalu, laba kotor APEX hanya mencapai US$ 2,08 juta.

Penurunan pengeluaran juga dijumpai pada pos beban usaha dan beban keuangan. Tercatat, beban usaha APEX menyusut 20,72% yoy dari semula US$ 3,23 juta di kuartal I-2020 menjadi US$ 2,56 juta di kuartal I-2021.  Sementara itu, beban keuangan APEX tercatat turun lebih dalam, yaitu sebesar 78,95% yoy dari US$ 4,17 juta di tiga bulan pertama tahun lalu menjadi US$ 879.049 di kuartal I-2021. Per 31 Maret 2021 lalu, aset APEX tercatat sebesar US$ 339,13 juta. Angka tersebut terdiri atas ekuitas sebesar US$ 127,84 juta dan liabilitas sebesar US$ 211,28 juta. Sementara itu, kas dan setara kas akhir periode APEX tercatat sebesar US$ 11,01 juta per 31 Maret 2021. Jumlah ini turun 15,99% dibanding kas dan setara kas awal periode yang sebesar US$ 13,11 juta. 

Kontan.co.id, Senin, 26 April 2021.

Source: https://investasi.kontan.co.id/news/apexindo-pratama-apex-berhasil-cetak-laba-bersih-us-1-juta-di-kuartal-i-2021-1

CARI HALAMAN  

Galeri Kegiatan

PILIH HALAMAN  

  • 19 Agustus 2021, PT Apexindo Pratama Duta Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara fisik dan elektronik di Ruang Serbaguna kantor Apexindo Jakarta.
  • 8 Juni 2021, Bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Apexindo bersama dengan Assera Capital memberikan bantuan berupa mobil operasional kepada PB PASI yang diserahkan secara seremonial di kantor Apexindo.