Berita Apexindo

KINERJA BAIK APEXINDO MEMBUAHKAN "HAT-TRICK"

Dalam kurun waktu tiga bulan sejak Desember 2016 hingga awal Februari 2017, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (“Apexindo”/”Perseroan”) telah menerima 3 (tiga) penghargaan atas kinerja yang baik oleh rig-rig Perseroan dalam 3 (tiga) kontrak. Perseroan menerima sertifikat apresiasi dari Petronas Indonesia (PC North Madura II Ltd) untuk keberhasilan kinerja rig jack up Tasha di sumur BTE-1 dan proyek Kepodang sumur KEJT-C3 dan KEJT-C4 di perairan Madura; dari PHE Randugunting untuk kinerja sangat baik yang ditunjukkan oleh Apexindo Rig 2 di proyek pemboran RGT di daerah Rembang, Jawa Tengah; dan dari Pertamina Geothermal Energi untuk keberhasilan pemboran oleh Apexindo Rig 4 di sumur panas bumi (geothermal) di daerah Lahendong, Sulawesi Utara.

“Penghargaan dan apresiasi ini merupakan buah dari kualitas jasa yang diberikan oleh Apexindo. Di tengah lesunya industri migas saat ini, di mana jumlah aktifitas pemboran turun sangat signifikan, saya bangga melihat keberhasilan Perseroan dalam menerapkan standard yang tinggi secara konsisten. Biaya sewa harian (day rate) rig-rig kami berkurang hingga 40% bahkan lebih dalam beberapa tahun terakhir; walaupun demikian, kami tidak berkompromi terhadap kualitas kerja dan tetap memberikan kinerja yang terbaik. Sesuai slogan Perseroan “committed to excellence,” demikian penjelasan Direktur Utama Apexindo, Bapak Zainal Abidinsyah Siregar.

Selain karena konsistensi Perseroan dalam memberikan kinerja yang baik, pengetahuan dan pengalaman Perseroan dalam kegiatan pemboran darat dan laut telah menjadi landasan kokoh bagi keberhasilan Perseroan menjalin hubungan bisnis jangka panjang dengan klien-klien terkemuka, seperti Total E&P Indonesie di Delta Mahakam dan VICO Indonesia di area Kalimantan Timur, di mana Perseroan telah mengoperasikan beberapa rig selama lebih dari 25 tahun di wilayah tersebut.

Apexindo menerima penghargaan dari Petronas Indonesia

Apexindo News

23 November 2016
PT Apexindo Pratama Duta Tbk (“Apexindo”/”Perseroan) menerima penghargaan dari Petronas Indonesia (PC North Madura II Ltd) untuk kinerja jack up rig Tasha di sumur BTE-1.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas pencapaian kecelakaan nihil selama program pemboran yang dikerjakan Tasha di bulan Agustus 2016 hingga October 2016.

Sumur BTE-1 merupakan sumur pertama yang dibor oleh Tasha, dari kontrak sebanyak 3 sumur yang diperoleh dari Petronas Indonesia. Sebelumnya, Tasha bekerja dengan Petronas Carigali Sdn. Bhd. di perairan Malaysia di kuartal I tahun 2015 dan kontrak tersebut selesai pada Juli 2016.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari penerapan perilaku kerja yang aman secara konsisten sebagaimana telah diterapkan oleh para kru. Di sisi lain, penghargaan ini juga merupakan tantangan bagi kami untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan kinerja”, demikian penjelasan Zainal Abidinsyah Siregar, Direktur Utama Apexindo.

Selama ini, Apexindo telah menerima berbagai penghargaan dan surat apresiasi dari klien-klien terkemuka atas kinerja Perseroan. Banyaknya penghargaan dan surat apresiasi yang diterima merupakan cerminan dari kualitas jasa yang diberikan oleh Apexindo, seperti tertuang dalam komitmen Perseroan yaitu “Committed to Excellence”, untuk selalu memberikan kinerja yang terbaik demi mewujudkan visi dan misi Perseroan.

Apexindo Menyambut Kepala SKK Migas di acara SCM Summit 2015

Apexindo News

14 April 2015
Manajemen Apexindo menyambut Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi di booth Apexindo pada acara SCM Summit 2015. Hadir dalam acara tersebut Bapak Irawan Sastrotanojo (Komisaris Utama), Bapak Zainal Abidinsyah Siregar (Direktur Utama) yang memberikan presentasi tentang aset-aset perusahaan termasuk rig Tasha yang baru selesai dibangun.

Apexindo (“Perseroan”) Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 6 Maret 2015

Apexindo News

6 Maret 2015
Apexindo menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“Rapat”) pada hari Jumat, 6 Maret 2015 yang bertempat di kantor pusat perusahaan. Hadir dalam Rapat tersebut, Komisaris Utama Perseroan Bapak Irawan Satrotanojo, Komisaris Independen Bapak Eka Dharmajanto Kasih dan Bapak Robinson Simbolon, serta Wakil Direktur Utama Bapak Erwin Sutanto. Rapat menghasilkan tiga keputusan yang dapat dilihat pada halaman Investor Relations.

Paparan Publik Tahunan PT Apexindo Pratama Duta Tbk

Apexindo News

10 Desember 2014
Apexindo menyelenggarakan Paparan Publik Tahunan pada hari Rabu, 10 Desember 2014 di gedung Bursa Efek Indonesia, dihadiri oleh Bapak Irawan Satrotanojo (Komisaris Utama), Bapak Zainal Abidinsyah Siregar (Direktur Utama) dan Bapak Erwin Sutanto (Wakil Direktur Utama).

CARI HALAMAN  

Kliping Media

Apexindo Yakin Tahun Depan Pendapatan Bisa Sentuh Angka US$290 Juta

Jakarta - PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mengatakan pendapatan hingga akhir tahun 2015 akan mencapai US$ 290 juta atau meningkat 28,88% jika dibanding dengan prediksi pendapatan hingga akhir tahun 2014 sebesar US$ 225 juta.

"Tambahnya offshore rig, kami harapkan bisa dorong kinerja keuangan perseroan pada tahun-tahun depan," kata Strategic Planning Specialist APEX Pretycia Darma di Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Lebih lanjut, Pretycia menuturkan kontribusi pendapatan di tahun 2015 mendatang sebesar 80% masih akan diperoleh dari kontrak proyek offshore. Sedangkan, dari sisi laba bersih perseroan memprediksikan bisa mencapai angka sebesar US$ 30 juta Baca juga: Apexindo Catatkan Kontrak Baru Capai US$ 614,2 Juta.

Padahal, hingga September 2014 perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 13,66 meningkat dibandingkan rugi bersih yang diderita perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya US$ 9,51 juta. Menurut Pretycia, kontrak baru yang telah berhasil dikantongi perseroan yang sebesar US$ 614,2 juta hingga tiga tahun ke depan menjadi salah satu faktor APEX percaya diri dalam memberikan targetnya.

"Jadi, dari total kontrak yang kami miliki yakni sebesar US$ 614,2 juta itu ada yang selesai di 2015, 2016, dan 2017," tukasnya.

Source: http://wartaekonomi.co.id/berita39575/apexindo-yakin-tahun-depan-pendapatan-bisa-sentuh-angka-us-290-juta.html

Hingga Desember, Apexindo Dapat Kontrak US$ 614 Juta;

JAKARTA – Perusahaan pengeboran PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) berhasil mendapatkan kontrak sebesar US$ 614 juta hingga Desember tahun ini. Sebagian besar kontrak Apexindo berasal dari pengeboran lepas pantai (offshore), yaitu 80% dari total nilai kontrak.

Direktur Utama Apexindo Pratama Duta Zainal Abidinsyah Siregar mengatakan, sebagian besar kontrak yang didapat perseroan berjangka panjang. Kontrak-kontrak pengeboran juga sebagian besar dilakukan di dalam negeri. “Kontrak yang akan selesai tahun depan sebesar US$ 150 juta – US$ 200 juta,” ungkap Zainal di Jakarta, Rabu (10/12).

Hingga saat ini, perseroan memiliki 7 rig offshore, 8 rig darat (onshore) dan 1 FPSO. Dari seluruh aset peralatan yang dimiliki perseroan, terdapat dua rig onshore yang belum memiliki kontrak. Zainal mengungkapkan, perseroan masih mencari kontrak pengeboran untuk kedua rig tersebut. “Tetapi nilai kontrak dari masing-masing rig itu tidak besar, sekitar US$ 5 juta,” ucapnya.

Sebelumnya, pada kuartal III tahun ini perseroan baru menuntaskan pembelian satu rig offshore terbaru senilai US$ 225 juta. Perseroan mendapatkan pembiayaan dari perusahaan pembiayaan (leasing) asal Tiongkok untuk pembelian rig tersebut. Awalnya perseroan berencana membeli rig dengan menggunakan dana obligasi global (global bond) senilai US$ 200 juta. Namun, rencana tersebut urung terlaksana karena tawaran bunga dari leasing Tiongkok lebih menarik. “Leasing Tiongkok menawarkan bunga yang lebih rendah dan posesnya juga lebih cepat,” ungkap Zainal.

Perseroan telah menggunakan rig baru tersebut untuk melakukan pengeboran di site milik perusahaan minyak asal Malaysia, Petronas. Nilai kontrak pengeboran tersebut sebesar US$ 52 juta per tahun, dengan jangka waktu kontrak selama empat tahun.

Sumber: http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/hingga-desember-apexindo-dapat-kontrak-us-614-juta/102333

APEX Batal Emisi Obligasi US$ 200 juta

JAKARTA. Meski sudah disetujui pemegang saham, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) membatalkan rencana untuk menerbitkan obligasi berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) senilai US$ 200 juta. Erwin Sutanto, Wakil Direktur Utama APEX mengatakan, perusahaan kontraktor minyak itu tidak jadi mencari dana lewat obligasi lantaran mendapatkan sumber pembiayan yang lebih efisien, yakni dari Ocean Tune, perusahaan pembiayaan dari China.

Ocean Tune mengucurkan pinjaman US$ 175 juta dengan bunga LIBOR+5,75%. "Kami menilai dana dari Ocean Tune lebih murah ketimbang menerbitkan obligasi," kata Erwin dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (10/12). Sebelumnya, APEX mengumumkan bahwa bunga obligasi global senilai US$ 200 juta direncanakan maksimum sebesar 12%.

Rencana emisi obligasi ini sudah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Kamis (18/9). RUPSLB itu dihadiri pemegang saham yang mewakili 2,24 miliar saham atau setara 84,2% total modal disetor dan ditempatkan APEX. Persetujuan juga diperoleh untuk dua agenda RUPSLB lainnya, yaitu pemberian jaminan APEX dan anak usahanya untuk kepentingan emisi obligasi. Sementara agenda ketiga adalah memberikan wewenang kepada direksi APEX untuk melakukan setiap tindakan yang diperlukan terkait emisi obligasi.

Penerbitan surat utang tersebut dilakukan untuk ekspansi pembelian rig Tasha yang senilai US$ 225 juta. "Dana untuk membeli rig Tasha yang awalnya dari obligasi diganti dengan menggunakan pinjaman dari Ocean Tune" terang Erwin. Pinjaman dari Ocean Tune merupakan sumber dana eksternal pertama yang diraih APEX setelah menggabungkan usaha (merger) dengan pemegang sahamnya, PT Apexindo Energi Investama (AEI) pada Juli lalu. Dalam aksi ini, APEX menjadi perusahaan hasil penggabungan alias surviving entity. Tujuan dari merger ini adalah menyederhanakan struktur kepemilikan APEX sehingga menjadi lebih transparan dan efisien. Aksi ini diharapkan bisa meningkatkan likuiditas perdagangan saham APEX lantaran saham publik akan bertambah. AEI merupakan pemilik 89,01% APEX, sedangkan kepemilikan 10,99% sisanya dikuasai publik. Adapun, 99,99% saham AEI dikuasai PT Aserra Capital (AC). Nah, dengan adanya merger ini AC akan langsung memiliki saham APEX. Sedangkan, kepemilikan AEI di APEX akan terdilusi. Adapun, selisih saham tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham APEX secara proporsional. Dengan demikian, pasca merger, kepemilikan saham publik akan meningkat menjadi 17,59%. Adapun, kepemilikan langsung Aserra terhadap APEX menjadi 82,41%.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/apex-batal-emisi-obligasi-us-200-juta

APEX Berpotensi Bukukan Backlog Kontrak Rp7,5 T

JAKARTA - PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) memperkirakan masih memiliki potensi membukukan kontrak jangka panjang (backlog) sebesar USD614 juta atau sekitar Rp7,55 triliun (kurs Rp12.300) selama tiga tahun. Direktur Utama APEX Zainal Abidin mengatakan, potensi kontrak tersebut berasal dari 14 kontrak kerja (KK).

"Untuk tiga tahun ke depan, perseroan berpotensi mendapatkan revenue USD614 juta sudah termasuk rig Tasha kita yang baru. Angka tersebut untuk 14 kontrak," ujar dia dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/12/2014). Dia menjelaskan, semua rig di darat maupun lepas pantai (offshore) sudah mendapat kontrak kerja. "Sebesar USD614 juta kontrak yang sudah dipegang hampir untuk semua rig kita. Semua rig offshore sudah bekerja termasuk rig darat," ujar dia.

Sementara kontrak yang diperoleh, namun belum direalisasikan perseroan tersebut akan jatuh tempo pada 2015, 2016, dan 2017 mendatang. Sekadar informasi, APEX saat ini memiliki tujuh unit offshore rig, delapan rig darat, serta satu unit floating production, storage and offloading (FPSO). Sementara Strategic Planning Specialist APEX Pretycia Darma menargetkan pendapatan mencapai USD290 juta pada 2015 atau meningkat 28,88% dibanding proyeksi pendapatan tahun ini sebesar USD225 juta.

Sumber: http://ekbis.sindonews.com/read/935232/32/apex-berpotensi-bukukan-backlog-kontrak-rp7-5-t-1418189802

APEX Batal Terbitkan Global Bonds Tahun Ini

JAKARTA - Wakil Direktur Utama PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) Erwin Sutanto mengatakan, perseroan tidak menerbitkan surat utang dalam bentuk mata uang USD (Global Bonds) dalam tahun ini. Dia menjelaskan, tingginya suku bunga menjadi kendala, selanjutnya perseroan mencari opsi lain. "Dengan tingginya tingkat suku bunga di tahun ini membuat perseroan tidak jadi menerbitkan surat utang. Untuk itu perseroan mencari pendanaan dari opsi lain agar bisa mencukupi kebutuhan uang," ujarnya dalam paparan public expose di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Menurutnya, perseroan sudah mendapatkan sumber pendanaan dari yang lain dengan tingkat suku bunga yang lebih baik. "Kami telah mendapatkan pembiayaan untuk melakukan pembelian satu unit offshore rig dari lembaga pembiayaan asal Tiongkok, Ocean Tune sebesar USD175 juta. Suku bunga pembiayaan yang didapatkan kami sebesar Libor+5,75 persen," katanya.Dia menerangkan, rencana penerbitan global bonds perseroan memiliki tingkat suku bunga maksimal 10%. “Global bonds kami batal, akhirya cari pendanaan lewat lembaga finance asal China," pungkasnya. Untuk diketahui, perseroan berniat menerbitkan global bonds sebesar USD200 juta melalui anak usahanya, Ocean Peak Holding B.V untuk pembelian offshore rig senilai USD250 juta.

Sumber: http://ekbis.sindonews.com/read/935286/32/apex-batal-terbitkan-global-bonds-tahun-ini-1418196673

CARI HALAMAN  

Galeri Kegiatan

PILIH HALAMAN  

  • 17 - 19 Mei 2017, Apexindo berpartisipasi dalam acara The 41st Indonesian Petroleum Association Conference and Exhibition. Pada pembukaan acara tersebut, Manajemen Apexindo berfoto bersama dengan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di booth Apexindo.
  • Apexindo menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 15 Juni 2017. Rapat dihadiri oleh Direktur dan Dewan Komisaris perusahaan.
  • 2 - 3 Agustus 2017, Apexindo berpartisipasi dalam The 5th Indonesian International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center. Pameran tersebut menampilkan berbagai perusahaan yang fokus pada pengembangan energi panas bumi.
  • 19 Desember 2017, Apexindo menyelenggarakan Paparan Publik Tahunan di Gedung Bursa Efek Indonesia.